Dukung Ketahanan Pangan, PPS Kota Yogyakarta Siap Terapkan Integrated Urban Farming
Kategori: Ketahanan Pangan
Dalam rangka meningkatkan kapasitas bagi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) di Kota Yogyakarta dan pengelolaan sampah organik di Kota Yogyakarta, maka Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mengadakan Pelatihan Pertanian Perkotaan ( Integrated Urban Farming) ke Rejo Farm dan Kebun Bu Utiq di Sleman.
Sejumlah 32 PPS dan Petani Milenial Kota Yogyakarta (Anjar, Ardan, dan Dimas) didampingi Kepala Bidang Pertanian Eny Sulistyowati, S.P. dan Ketua Tim Kerja Bimbingan Usaha Pertanian Mbari Ambarwati, S.P. dilepas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sukidi, S.E., M.Si. di halaman Dinas pada Rabu, 12 November 2025.
Tujuan pertama kunjungan adalah adalah ke Rejo Farm yang beralamat di Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Eny diterima CEO sekaligus owner Dimas Christy Kusuma Putra di ruang pertemuan. dalam sambutannya, Eny menyampaikan tujuan utama kesini adalah untuk belajar terkait pengelolaan sampah organik, harapannya dapat diadopsi di Kota Yogyakarta sekaligus belajar integrated farming untuk mendukung ketahanan pangan.
Dimas memaparkan Rejo Farm memiliki luas 1,6 hektare. Berdiri tahun 2013 diatas tanah kas Desa. Dimas menyampaikan sebagai milestone Rejo Farm adalah Sosiopreuner Integrated Farming. Saat ini memiliki 60 karyawan yang mengelola beberapa unit produksi diantaranya pengelolaan limbah organik, sektor pertanian (melon hidroponik, anggur, sayuran, cabai), peternakan ayam kampung petelur, dan perikanan nila. Rejo Farm bekerja sama dengan beberapa retail seperti Transmart, Indomaret, Hello Fresh.
Secara umum design kebun tertata dengan apik dan tematik. Memasuki area kebun, kita disambut berjejer rumah hidroponik melon, yang bersebelahan dengan anggur tabulampot. hamparan cabai yang sedang berbuah diapit bunga yang sedang bermekaran nampak memanjakan mata, tepat disebelah bangunan pertemuan. Sisi kebun bagian dalam berjejer beberapa unit pengolahan limbah organik yang disulap menjadi cuan. Terdapat fasilitas kamar mandi yang bersih, ruang pertemuan, musholla, dan beberapa gazebo untuk istirahat.
Pengelolaan limbah organik ada beberapa unit kegiatan. Bekas media baglog jamur ditambah pupuk kandang dijadikan media budidaya cacing yang nantinya media tersebut dijadikan pupuk organik/media tanam. Limbah organik basah dari buah-buahan busuk dijadikan pakan maggot kemudian maggot untuk pakan ayam dan ikan, beberapa limbah buah dijadikan pupuk organik cair (POC). Limbah roti dan susu kadaluarsa diolah menjadi palet untuk pakan ayam petelur dan ikan. Semua produk limbah organik ini dikemas dan dikomersilkan dengan kemasan menarik sesuai dengan kegunaannya.
Tujuan berikutnya adalah ke Kebun Bu Utiq dan Pak Tri di Berbah, Sleman. Kebun yang baru satu tahun dikelola pasangan suami istri ini menyewa lahan tanah kas Desa seluas 1000 meter. Berawal dari kecintaan terhadap pertanian, tekat berdikari swasembada pangan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dan keinginan membuat lingkungan yang aman dan nyaman untuk ke-5 anaknya bermain. Hal tersebut yang menjadi pencetus lahirnya kebun dipinggir jalan yang tertata asri dan lengkap mencerminkan integrated farming.
Masuk lokasi kita disambut gazebo dan kolam ikan yang diatasnya ada kandang bebek yang estetik. Berikutnya disajikan beberapa kandang ayam kampung petelur yang telah menghasilkan telur kampung. Ada kandang kambing disisi barat, menampung lebih dari 10 ekor kambing. Kandang kambing terlihat bersih dan tidak berbau menyengat. Sekitar kebun ditanami aneka sayuran yang dapat dipetik untuk kebutuhan sehari-hari, seperti selada, seledri, kalian, bunga kol, cabai, kubis, singkong, dan pare. Aneka tanaman buah ditanam diantaranya kedondong yang sedang berbuah lebat, pisang. Utiq menyampaikan bahwa banyak tamu berkunjung ke kebunnya, hal ini diawali dari viralnya konten yang diunggahnya di media sosialnya beberapa waktu yang lalu.
Koordinator PPS, Eka Yulianto menyampaikan bahwa dengan mengikuti pelatihan ini menjadkan tambahan bekal pengetahuan dan ketrampilan PPS dan Petani Milenial dalam mengimplementasikan Integrated Urban Farming, khususnya dalam pengelolaan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO) yang sedang dirintis di Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Harapan Eka, permasalahan sampah khususnya limbah organik dapat terselesaikan di ingkat rumah tangga dan lebih lanjut diolah di UPO Tegalrejo.